Definition List

KUNJUNGI SELALU Area Pendidikan dan Pengetahuan dan Semoga BERMANFAAT

.:Mengupas Kebijakan Tax Amnesty:.

Oleh: Franklyn Samuel Sitorus

       Pada tahun 2015, jumlah penerimaan pajak Wajib Pajak Orang Pribadi (WPOP) non karyawan hanya Rp5 triliun. Jumlah penerimaan pajak WPOP non karyawan jauh lebih kecil dari WPOP karyawan yang mencapai Rp95 triliun. WPOP non karyawan contohnya pengusaha. Logikanya, uangnya pengusaha pasti lebih banyak dari para karyawan, tapi kok jumlahnya lebih kecil (Gunadi, 2016). Ternyata, keadaan ini disebabkan banyaknya wajib pajak yang tidak patuh, seperti pengusaha atau pemilik dana yang menyimpan uangnya di bank luar negeri dan akibatnya penerimaan negara melalui pajak menjadi tidak optimal. Keadaan ini terjadi sudah sejak lama di Indonesia dan juga beberapa negara lain. Oleh karena itu, pada tahun 1964 dan 1984 di Indonesia dicetuskan suatu kebijakan bernama ‘Tax Amnesty’ atau bisa disebut pengampunan pajak. Tax amnesty adalah kebijakan pengampunan atas pokok pajak yaitu keringanan dengan penerapan tarif yang jauh lebih rendah dari tarif yang berlaku umum atas utang pajak atau pokok pajak yang kurang atau belum dibayarDalam upaya meningkatkan penerimaan negara dari sektor pajak serta terus meningkatkan tax ratio sebesar 16 persen melalui intensifikasi dan ekstensifikasi perpajakan, salah satu diantaranya adalah upaya alternatif implementasi pengampunan pajak (Ragimun, 2012). Kebijakan ini diharap dapat menambah subjek pajak maupun objek pajak. Subjek pajak dapat berupa kembalinya dana-dana yang berada di luar negeri, sedangkan dari sisi objek pajak berupa penambahan jumlah wajib pajak. Namun, kebijakan ini sulit diterapkan dan terbukti pada tahun 1964 dan 1984 kebijakan tax amnesty bisa dikatakan mengalami kegagalan. Hal tersebut disebabkan oleh tiga hal. Pertama, sistem administrasi perpajakan yang belum memadai. Kedua, Kurangnya respon dari wajib pajak. Ketiga, adanya upaya dari Negara lain yang merasa akan dirugikan untuk menghalangi implementasi tax amnesty. Ketiga alasan tersebut menyebabkan sulit untuk mengimplementasikan tax amnesty dengan optimal.

       Pertama, sistem administrasi perpajakan yang belum memadai. Hal pertama yang dibutuhkan dalam pengelolaan perpajakan adalah data yang akurat. Sistem administrasi yang baik harus memiliki data yang lengkap, terbaru, dan tidak tumpang tindih. Sayangnya kita belum memiliki sistem administrasi seperti yang diharapkan. Sehingga banyak wajib pajak yang tidak terekam aliran dana atau transaksi yang dimiliki. Dari hal tersebut menyebabkan banyak wajib pajak tidak patuh dengan bebas melakukan kegiatan ekonomi, tetapi tidak melaksanakan kewajiban perpajakannya.

            Kedua, Kurangnya respon dari wajib pajak terhadap kebijakan ini. Banyak wajib pajak yang belum bisa mempercayai fiskus atau aparat pajak Selain itu, para wajib pajak juga takut jikalau data dan informasi transaksi atau aliran dana mereka dibocorkan oleh Direktorat Jenderal Pajak. Penyebab lainnya adalah upaya sosialisasi dan persuasif dari pemerintah yang masih kurang untuk membuat wajib pajak tertarik dengan kemudahan tersebut.

             Adapun alasan lain adalah adanya upaya-upaya dari negara lain yang menjadi tempat parkir uang para wajib pajak untuk menghalangi terlaksananya tax amnesty di Indonesia. Negara-negara tersebut merasa akan dirugikan jika tax amnesty dilaksanakan di Indonesia. Jika uang wajib pajak dapat ditarik dari luar negeri ke dalam negeri maka bank di negara-negara tersebut akan mengalami kerugian karena kehilangan dana dalam jumlah besar. Oleh karena itu, akan ada upaya untuk mengintervensi proses perencanaan pelaksanaan tax amnesty agar terhambat pelaksanaannya.

                Tax amnesty memang sangat efektif untuk menaikkan jumlah penerimaan pajak dalam waktu singkat. Tax amnesty juga terlihat sederhana jika dilaksanakan. Namun ternyata ada hal-hal yang harus menjadi perhatian khusus yang akan menjadi dampak dari penerapan tax amnesty. Dari aspek keadilan, wajib pajak yang patuh akan merasa dirugikan karena selama ini mereka membayar pajak dengan taat, tetapi tidak mendapatkan keuntungan apapun dari kepatuhan tersebut. Hal ini bisa menyebabkan wajib pajak yang patuh akan merasa lebih baik tidak membayar pajak karena pada akhirnya akan mendapatkan pengampunan. Sedangkan wajib pajak yang tidak patuh akan termotivasi untuk tetap tidak patuh karena pada akhirnya juga akan mendapatkan pengampunan. Di sini pemerintah harus bisa memberikan ketegasan, misalnya menetapkan bahwa tidak akan ada lagi tax amnesty di masa yang akan datang dan membuat kebijakan terhadap wajib pajak yang patuh agar tidak merasa kehilangan keadilan. Pemerintah juga harus memberikan perhatian khusus pada kegiatan ekonomi bawah tanah karena selama ini penghindaran pajak banyak terjadi akibat hal tersebut. Namun, defisit APBN yang semakin membesar membutuhkan tindakan cepat dan tepat untuk mengatasinya. Tax amnesty adalah salah satu caranya, tetapi harus dengan persiapan yang matang dan tepat.


Melulu melakukan hal yang sudah diketahui
tidak akan meningkatkan kemampuan seseorang.
»»  READMORE...

.:12 Prinsip yang dimiliki Orang Batak:.

       Budaya Batak memang paling beda dari budaya-budaya lain yang ada di Indonesia bahkan dunia. Mulai dari adat istiadat, kekerabatan, bahasa, kesenian, kepercayaan, serta tidak kalah juga prinsip orang Batak itu sendiri. Bicara mengenai prinsip, prinsip orang Batak sangat berbeda dengan prinsip suku lain pada umumnya. Banyak orang mengenal seseorang sebagai orang Batak bukan hanya dari gaya bicaranya saja, tetapi prinsip hidupnya. Mau tahu apa saja prinsip orang batak? Kita akan membahasnya dalam ulasan berikut:

1. Anakkonhido Hamoraon diau (Anakku adalah kekayaanku).

Anak adalah segalanya bagi orang Batak via http://lemotcycle.blogspot.com

       Memiliki anak adalah sebuah kekayaan yang tidak ternilai bagi suku batak. Anak itu akan bernilai lebih jika anaknya itu adalah laki-laki apalagi jika itu adalah anak sulung, ini ibarat sebuah berkat yang sangat besar bagi keluarga suku batak. Anak laki-laki nantinya akan menjadi pewaris marga dari orang tua laki-laki.Bagi keluarga Batak yang tidak memiliki anak laki-laki, misalnya jika anak ke 1 sampai ke 5 masih perempuan, orang tuanya akan tetap berusaha mendambakan anak laki-laki sehingga keturunannya bahkan menjadi 7 orang bahkan 9 orang.

2. Hasangapon, Hagabeon, Hamoraon (Kehormatan, Kesuksesan, Kekayaan).

Sukses, Hormat, dan Kaya adalah dambaan orang Batak via http://aperturapoto.com

       Ini adalah ukuran keberhasilan dalam suku batak. Menjadi berhasil itu harus sukses, kaya, dan dihormati. Sukses yang dimaksud bisa berupa sukses dalam bidang pendidikan, usaha, berkarir dan lain-lain. Kehormatan dalam suku Batak digambarkan dalam pergaulan sehari-hari, dimana ketika bergaul selalu santun, memiliki jabatan sosial yang tinggi dalam pergaulan maupun dalam adat. Untuk kekayaan, sebenarnya kekayaan dalam suku Batak itu relatif, tergantung cara kita membandingkan dan memaknainya. Orang Batak kaya jika semakin banyak memberi kepada orang lain, maka semakin banyak pula yang akan membalaskan pemberian itu kepadanya, begitu juga dengan sebaliknya. Jadi hidup orang Batak itu penuh dengan pemberian dan penerimaan berkat.

3. Tidak akan menikah sebelum hidup mapan.

Menikah tanpa hidup mapan adalah tabu via http://www.jhonmiduk8.blogspot.com

       Sebelum menikah, orang Batak diharuskan hidup mapan baik bagi laki-laki maupun perempuan, so, jangan heran jika anda banyak menemukan perawan tua dan perjaka tua di suku Batak, itu karena tuntutan yang satu ini. Walaupun begitu, semua orang sepertinya mengamini prinsip ini karena coba anda bayangkan, anda menikah tetapi belum punya pekerjaan, mau makan apa nanti anda?
Selain itu, tuntutan hidup mapan agaknya berkolerasi positif dengan biaya pernikahan karena biaya yang dikeluarkan untuk pernikahan orang Batak itu tidak sedikit, jauh lebih banyak dari pernikaha suku lain pada umumnya.

4. Dalihan Natolu.

Somba marhula-hula, Elek Marboru, Manat Mardongan Tubu via http://jantours.com

       Ini adalah prinsip yang terbilang sakral bagi suku Batak karena disetiap adat dan acara Batak pasti kata-kata ini selalu diucapkan. Dalihan Natolu artinya tiga aturan utama yang harus dipatuhi sebagai orang Batak, yaitu Somba Marhula-hula (Hormat kepada keluarga pihak istri), Elek Marboru (harus bisa mengayomi wanita), Manat Mardongan Tubu (bersikap hati-hati kepada teman semarga). Tanpa Dalihan natolu, hidup orang Batak tidak akan memiliki kekerabatan yang erat seperti sekarang ini. Dalihan natolu juga sebagai fundamentalisme kehidupan yang sebenarnya selaras dengan kehidupan berbangsa dan bernegara yang diatur oleh Pancasila sebagai dasar Negara kita.

5. Harta boleh miskin, tetapi adat tetap kaya.

Adat adalah kewajiban yang harus dipenuhi via http://chip.co.id

       Jika seseorang dikategorikan sebagai orang miskin dalam hal ekonomi, belum tentu dia memiliki status yang sama dalam hal adat. Seringkali terjadi seorang raja di adat adalah orang yang tidak mampu secara ekonomi, dan orang yang mampu secara ekonomi harus menghormati raja adat tersebut dengan mengesampingkan status ekonomi.

6. Tuak adalah minuman bermakna, bukan minuman haram.

Tuak adalah minuman wajib bagi orang Batak via http://onthebeathandpath.com

       Jika anda pernah mengikuti acara adat Batak, anda pasti ketemu dengan minuman yang khas ini. Namanya tuak, minuman ini adalah kewajiban disetiap adat Batak, acara adat tanpa tuak maka dipastikan acara ini tidak akan berasa. Tuak sangat berarti bagi kehidupan orang Batak, jika dikehidupan sehari-hari, tuak adalah minuman penghangat badan agar tidak kedinginan (mayoritas daerah Batak adalah dingin), jika di acara adat tuak berarti sebuah minuman jamuan kepada tamu undangan, jika diwarung (lapo) tuak adalah minuman wajib.

7. Tidak akan pulang kampung sebelum sukses.

Jika pulang kampung sebelum sukses, bukan Batak namanya via http://simamaung.com

       Prinsip ini dianut oleh perantau Batak. Pulang kampung sebelum sukses hanya ada ketika acara penikahan keluarga dan ada keluarga yang meninggal, selebihnya tidak ada alasan untuk pulang kampung sebelum bisa membawa mobil mewah kembali kekampung, atau mendirikan rumah besar dikampung. Makanya, ditanah perantauan seperti di Jakarta, Bandung, Surabaya, Kalimantan banyak kita temukan orang Batak yang berwirausaha dengan tujuan “sukses dulu baru pulang kampung”.

8. Apapun kerjakan, asal halal!

Tak heran, banyak orang Batak yang berprofesi sebagai sopir angkot via http://metrominidijual.blogspot.com

       Menjadi sopir angkot metromini atau mikrolet, tukang tambal ban, tukang las, dan tukang ojek pun jadi yang penting halal dan tidak merugikan orang lain. Berhubungan dengan prinsip ketujuh, lebih baik mandi keringat halal daripada pengangguran sebab pengangguran adalah sebuah hal yang tabu dimuka orang Batak apalagi menjadi pengemis atau pengamen.

9. Biar kambing di kampung sendiri, tapi banteng diperantauan.

Di kampung halaman sendiri boleh diabaikan, tapi jangan di halaman orang via http://iberita.com

       Dikampung bisa diremehkan atau dilecehkan, tetapi ketika diperantauan tidak ada alasan untuk menerima hal yang sama. Banyak orang Batak yang sukses karena motivasi ini, dulu menelan hidup pahit dikampung, sekarang menjadi tajir di negeri orang. Jangan heran jika banyak orang Batak yang memegang jabatan strategis di pemerintahan, terkenal di bidang hukum, dunia tarik suara, olahraga, dan lain-lain, semuanya karena prinsip ini.

10. Marga bisa mengubah nasib.

Marga adalah identitas utama orang Batak, bukan nama depan via http://hipwee.com

       Saya pernah naik angkot di Jakarta, kebetulan duit saya juga sudah tipis jadi hari itu saya tidak makan biar bisa mencukupi untuk ongkos. Ketika didalam angkot, saya bertanya kepada sopir yang kedengarannya berbahasa Batak, “Marga apa lae”. Kebetulan satu marga denganku dan saat saya ingin memberikan ongkos, dia menolak bahkan memaksaku untuk memasukkan kembali duit itu ke dompetku. Orang Batak yang malu akan etnis ke-Batakannya akan membuat dirinya sendiri menyesal. Tidak ada salahnya menggunakan marga jika kita benar-benar orang Batak.

11. Musik adalah obat stres.

Musik Batak dengan alunan gondang Batak via http://d3pe.wordpress.com

       Jika orang Batak sudah capek, stress pikiran bukannya istirahat malah mengambil gitar dan menyanyikan lagu. Sejelek apapun suaranya, tetap itu adalah yang terbaik baginya untuk menenangkan dirinya dan pikirannya. Dan benar saja, sehabis menyanyikan beberapa lagi, pikirannya akan kembali normal dan wajahnya seperti bersinar kembali. Jangan heran jika tetanggamu orang Batak jam 05.00 subuh suka memutar lagu berbahasa Batak dengan keras-keras. Tenang, dia tidak punya niat untuk menggangumu, dia hanya butuh waktu sedikit untuk berekspresi.

12. Hancur demi kawan.

Kawan adalah segalanya dalam pergaulan via http://tanoboto.wordpress.com

       Prinsip anak Medan, Medannya Batak tapi ya hehehe. Orang Batak rela melakukan apapun untuk kawannya, jadi jangan pernah ragukan loyalitas sesama orang Batak selama masih tidak saling mencurangi. Loyalitas yang sama juga akan ditujukan kepada temannya yang buka dari Batak karena dimata mereka manusia itu adalah sama. Itulah prinsip yang hanya ada dalam diri orang Batak. Prinsip inilah yang menyebabkan perbedaan yang patut dicontoh karena hal-hal diatas mencontohkan hal-hal yang postitif bagi semua manusia.

Source: www.tobatabo.com

Tapi kita harus tetap bisa memilah-milah mana yang harus dicontoh dan mana yang tidak masuk akal untuk dilakukan di masa sekarang ini. Pilihlah dengan bijaksana.

Hidup yang tidak bisa memberikan dampak yang positif bagi orang lain serta lingkungannya adalah hidup yang tidak layak untuk dijalani.

»»  READMORE...

::Kejadian Akibat Gempa::

  1. Bumi secara seismolog lebih aktif dalam 15 tahun terakhir, kata ahli geofisika Missouri Universitas of   Science & Technology Stephen S. Gao. Namun, tak semua seismolog menyetujuinya.
  2. San Francisco mendekati Los Angeles dengan kecepatan sekitar 2 inci per tahun (seperti kecepatan   tumbuh kuku jari Anda). Kota-kota ini akan bertemu beberapa juta tahun kemudian. Namun, gerakan utara-selatan ini juga berarti California tak akan jatuh ke laut.
  3. Maret bukan bulan gempa, meski beberapa orang mempercayainya. Memang benar pada 28 Maret   1964, Prince William Sound, Alaska, mengalami gempa 9.2 Skala Richter dan menjadi salah satu gempa terbesar yang pernah ada. Gempa ini menewaskan 125 orang dan kerusakan properti US$ 311 juta (Rp. 2,8 triliun). Pada 9 Maret 1957, Kepulauan Andreanof, Alaska, mengalami gempa 9.1 SR. Namun, tiga gempa terbesar AS berikutnya terjadi pada Februari, November, dan Desember. Gempa terdahsyat terjadi di Chili pada 27 Februari 2010.
  4. Terdapat sekitar 500 ribu gempa tiap tahun di seluruh dunia yang dideteksi intrumen sensitif. Sekitar 100 ribu gempa bisa dirasakan, dan 100 ribu lainnya menyebabkan kerusakan tiap tahun. Tiap tahun, wilayah California selatan mengalami sekitar 10 ribu gempa, dan kebanyakan tak dirasakan orang.
  5. Matahari dan bulan adalah penyebab tremor. Sudah lama diketahui matahari dan bulan menimbulkan   pasang di kerak planet, versi kecil pasang laut. Sekarang, peneliti mengatakan, tarikan matahari dan bulan di patahan San Andreas merangsang tremor di bawah tanah.
  6. Sebuah kota di Chili bergerak 10 kaki ketika gempa 8,8 SR terjadi pada 27 Februari 2010. Gempa ini merobek kerak bumi dan menggeser kota Concepcin ke barat. Gempa ini diduga sedikit mengubah rotasi planet dan penyingkat hari di bumi.
  7. Tak ada “cuaca gempa.” Menurut US Geological Survey, secara statistik, ada pemerataan gempa dalam cuaca dingin, panas, hujan, dan sebagainya. Para ilmuwan mengatakan tak ada cara fisik cuaca dapat mempengaruhi beberapa mil di bawah permukaan bumi di mana gempa berasal. Perubahan tekanan udara di atmosfer sangat kecil dibanding kekuatan di kerak bumi, selain itu efek tekanan udara tak mencapai bawah tanah.
  8. Tonjolan bumi sedikit terpangkas oleh gempa Indonesia pada 2004, gempa 9,0 SR itu menghasilkan tsunami mematikan pada 26 Desember tahun sama. Perpindahan tanah karena bencana itu menyebabkan pengurangan kecil pada tonjolan, dan membuat planet menjadi lebih bulat.
  9. Cincin Api Pasifik merupakan kawasan paling aktif secara geologis Bumi. Lingkaran Samudra Pasifik ini, menyentuh pantai Utara dan Selatan Amerika, Jepang, Cina dan Rusia. Negara ini mayoritas tempat terjadinya gempa akibat tabrakan batas lempeng.
  10. Ekstraksi minyak dapat menyebabkan gempa kecil. Karena minyak umumnya ditemukan dalam sedimen lembut dan licin, ketika minyak menghapus gerakan batuan lain, maka akan tercipta “peristiwa mini-seismik” yang tak terlihat manusia.
  11. Gempa terbesar yang pernah ada berkekuatan 9,5 SR di Chili pada 22 Mei 1960.
  12. Gempa di satu sisi bumi bisa mengguncang sisi lain. Seismolog mempelajari gempa masif 2004 yang     memicu tsunami di sepanjang Samudra Hindia menemukan gempa telah melemah, setidaknya di patahan San Andreas California. Gempa yang mengguncang Chili pada 1960 merupakan fenomena disebut osilasi.
  13. Gempa mematikan yang pernah melanda 23 Januari 1556 di Shanxi, Cina. Terdapat 830 ribu korban meninggal karena gempa ini.


Motivasi:
NO MATTER WHO YOU ARE, YOU HAVE TO RUN.
Tak peduli siapa pun engkau, engkau harus berlari.
»»  READMORE...

::Jenis-Jenis Phobia::

Takut Air = Hydrophobia, Takut Agama = Theologicophobia, Takut Alat Kelamin = Kolpophobia, Takut Aliran Udara = Aerophobia, Takut Alkohol = Methyphobia, Takut Alkohol = Potophobia, Takut Amnesia = Amnesiphobia, Takut Anggur = Oenophobia, Takut Angin = Ancraophobia, Takut Angka = Arithmophobia, Takut Angka 13 - Triskaidekaphobia, Takut Angka 8 = Octophobia, Takut Anjing = Cynophobia, Takut Anjing Laut = Lutraphobia, Takut Anus = Rectophobia, Takut Api = Arsonphobia, Takut Api = Pyrophobia, Takut Awan = Nephophobia, Takut Ayam = Alektorophobia, Takut Ayan = Hylephobia, Takut Badut = Coulrophobia, Takut Bahan Kimia - Chemophobia, Takut Bangunan Tinggi = Batophobia, Takut Banjir = Antlophobia, Takut Bapak Tiri = Vitricophobia, Takut Batu Nisan = Placophobia, Takut Bau Badan = Bromidrosiphobia, Takut Bau Bauan = Olfactophobia, Takut Bau Busuk = Autodysomophobia, Takut Bawa Mobil - Amaxophobia, Takut Bawang Putih = Alliumphobia, Takut Bayangan = Sciaphobia, Takut Bebas = Eleutherophobia, Takut Belanda = Dutchphobia, Takut Benang = Linonophobia, Takut Benda di Sebelah Kanan = Dextrophobia, Takut Benda di Sebelah Kiri = Levophobia, Takut Berantakan = Ataxophobia, Takut Berbicara = Laliophobia, Takut Bercinta = Malaxophobia, Takut Bercinta = Sarmassophobia, Takut Berdosa = Hamartophobia, Takut Berfikir = Phronemophobia, Takut Berita Baik = Euphobia, Takut Berjalan = Stasibasiphobia, Takut Berjanji = Enissophobia, Takut Berkotbah = Homilophobia, Takut Berlarut = Apeirophobia, Takut Bersenggama = Coitophobia, Takut Bertanggung Jawab = Hypegiaphobia, Takut Binatang = Zoophobia. Takut Binatang Liar = Agrizoophobia, Takut Binatang Melata = Herpetophobia, Takut Bintang = Astrophobia, Takut Bintang = Siderophobia, Takut Bintang Berekor = Cometophobia, Takut Bom Atom = Atomosophobia, Takut Boneka = Pediophobia, Takut Boneka Bersuara Perut = Automatonophobia, Takut Bosan = Xerophobia, Takut Botak = Phalacrophobia, Takut Buang Air Besar = Rhypophobia, Takut Buku = Bibliophobia, Takut Bulan = Selenophobia, Takut Bulu Ayam = Pteronophobia, Takut Bunga = Anthophobia, Takut Bunga Es = Pagophobia, Takut Bungkuk = Kyphophobia, Takut Burung = Ornithophobia, Takut Buta = Scotomaphobia, Takut Cabut Gigi = Odontophobia, Takut Cacing = Helminthophobia, Takut Cacing = Scoleciphobia, Takut Cacing Pita = Taeniophobia, Takut Cahaya = Photophobia, Takut Cahaya dari Utara = Auroraphobia, Takut Caplak = Phthiriophobia, Takut Cemburu = Zelophobia, Takut Cermin = Catoptrophobia, Takut Cina = Sinophobia, Takut Corak Baru = Cainophobia, Takut Daerah Perbatasan = Claustrophobia, Takut Daging = Carnophobia, Takut Dagu = Geniophobia, Takut Danau = Limnophobia, Takut Darah = Hemaphobia, Takut Debu = Amathophobia, Takut Demam = Febriphobia, Takut Demam = Fibriophobia, Takut Demo = Daemonophobia, Takut dengan Seks = Erotophobia, Takut Dewa = Zeusophobia, Takut Di dalam Rumah = Oikophobia, Takut di Ejek = Katagelophobia, Takut di Hipnotis = Hynophobia, Takut Di pandang = Opthalmophobia, Takut Diabaikan = Athazagoraphobia, Takut Dibatasi - Merinthophobia, Takut Dibenci = Melophobia, Takut Dicekik = Pnigophobia, Takut Dicuri = Cleptophobia, Takut Dihukum = Mastigophobia, Takut Dihukum Berat = Rhabdophobia, Takut Dikubur Sendirian = Taphephobia, Takut Diluar Ruangan = Spacephobia, Takut Dingin = Cheimaphobia, Takut Dingin = Psychrophobia, Takut Dinilai Negatif = Socialphobia, Takut Diracun = Toxicophobia, Takut Dirampok = Harpaxophobia, Takut Disentuh = Aphenphosmphobia, Takut Disuntik = Trypanophobia, Takut Ditatap = Scopophobia, Takut Ditertawakan = Catagelophobia, Takut Ditinggal Sendiri = Eremophobia, Takut Dokter Gigi = Dentophobia, Takut Dubur = Proctophobia, Takut Duduk = Cathisophobia, Takut Duduk = Taasophobia, Takut Duduk di Bawah = Kathisophobia, Takut Emas = Aurophobia, Takut Es Batu = Cryophobia, Takut Fenomena Kosmis = Kosmikophobia, Takut Filosofi = Philosophobia, Takut Gagal = Atychiphobia, Takut Gagap = Psellismophobia, Takut Gatal = Acarophobia, Takut Gatal = Pellagrophobia, Takut Gedung Pertunjukan = Theatrophobia, Takut Gelap = Achluophobia, Takut Gelap = Lygophobia, Takut Gelas = Hyelophobia, Takut Gelombang = Kymophobia, Takut Gembira = Cherophobia, Takut Gerakan = Kinetophobia, Takut Gereja = Ecclesiophobia, Takut Getaran = Tremophobia, Takut Gravitasi = Barophobia, Takut Guntur = Ceraunophobia, Takut Halloween = Samhainophobia, Takut Hamil = Tocophobia, Takut Hantu = Bogyphobia, Takut Hantu = Phasmophobia, Takut Hantu = Spectrophobia, Takut Hujan = Ombrophobia, Takut Hujan = Pluviophobia, Takut Hukum = Dikephobia, Takut Hukuman = Poinephobia, Takut Hutan = Hylophobia, Takut Hutan = Xylophobia, Takut Hutan di Malam Hari = Nyctophobia, Takut Ibu Tiri = Novercaphobia, Takut Ide = Ideophobia, Takut Ide Baru = Cenophobia, Takut Ikan = Ichthyophobia, Takut Inggris = Anglophobia, Takut Insektisida = Entomophobia, Takut Istilah Latin = Hellenologophobia, Takut Jadi Gila = Lysssophobia, Takut Jadi Homoseks = Homophobia, Takut Jahudi = Judeophobia, Takut Jalan = Ambulophobia, Takut Jamur = Mycophobia, Takut Jarum = Aichmophobia, Takut Jatuh = Basiphobia, Takut Jatuh Cinta = Philophobia, Takut Jelek = Cacophobia, Takut Jembatan Penyeberangan = Gephydrophobia, Takut Jenggot = Pogonophobia, Takut Jenis Kelamin Berbeda = Heterophobia, Takut Jepang = Japanophobia, Takut Jerman = Germanophobia, Takut Jerman = Teutophobia, Takut Jomblo = Anuptaphobia, Takut Jum̢۪at ke 13 = Paraskavedekatriaphobia, Takut Kabut = Homichlophobia, Takut Kacang = Arachibutyrophobia, Takut Kaget = Hormephobia, Takut Kain Lap = Vestiphobia, Takut Kain Satin = Satanophobia, Takut Kalah = Kakorrhaphiophobia, Takut Kanker = Carcinophobia, Takut Kanker = Cancerophobia, Takut Kata Kata = Logophobia, Takut Kata Kata = Verbophobia, Takut Kata Panjang = Hippopotomonstrosesquippedaliophobia, Takut Kata yang Panjang = Sesquipedalophobia, Takut Katak = Ranidaphobia, Takut Kaya = Plutophobia, Takut Ke Sekolah = Didaskaleinophobia, Takut Kecelakaan = Dystychiphobia, Takut Kedalaman = Bathophobia, Takut Ke Dokter = Iatrophobia, Takut Kegelapan = Myctophobia, Takut Kegelapan = Scotophobia, Takut Kejatuhan Benda = Atephobia, Takut Kekacauan = Demophobia, Takut Kelahiran = Parturiphobia, Takut Kelainan Bentuk = Dysmorphophobia, Takut Kelamin Wanita = Eurotophobia, Takut Kemajuan = Prosophobia, Takut Kembali ke Rumah = Nostophobia, Takut Kembung = Anginophobia, Takut Kencing = Urophobia, Takut Keramaian = Agoraphobia, Takut Kerang-Kerangan = Ostraconophobia, Takut Kereta Api = Diderodromophobia, Takut Keriput = Rhytiphobia, Takut Kerja Berlebihan = Ponophobia, Takut Kertas = Papyrophobia, Takut Kesakitan = Agliophobia, Takut Ketinggian = Altophobia, Takut Ketinggian = Hypsiphobia, Takut Ketularan = Tapinophobia, Takut Keturunan = Patroiophobia, Takut Kezaliman = Tyrannophobia, Takut Kilat = Brontophobia, Takut Kodok = Bufonophobia, Takut Komputer = Cyberphobia, Takut Komputer = Logizomechanophobia, Takut Kotor = Automysophobia, Takut Kotoran = Myxophobia, Takut Kriminal = Peccatophobia, Takut Kristal = Crystallophobia, Takut Kuburan = Coimetrophobia, Takut Kucing = Ailurophobia, Takut Kucing = Elurophobia, Takut Kucing = Felinophobia, Takut Kuda = Equinophobia, Takut Kuda = Hippophobia, Takut Kulit Binatang = Doraphobia, Takut Kuman = Spermatophobia, Takut Kunci = Chronomentrophobia, Takut Kutu = Pediculophobia, Takut Laba Laba = Arachnophobia, Takut Laki Laki = Androphobia, Takut Laki Laki = Arrhenophobia, Takut Lampu Sorot = Selaphobia, Takut Laut = Thalassophobia, Takut Lawan Jenis = Sexophobia, Takut Lebah = Apiphobia, Takut Lecet = Amychophobia, Takut Lelah = Kopophobia, Takut Lembab = Hygrophobia, Takut Lengket di Langit Mulut = Arachibutyrophobia, Takut Listrik = Enochlophobia, Takut Logam = Metallophobia, Takut Lompat = Catapedaphobia, Takut Luka = Dematophobia, Takut Luka = Traumatophobia, Takut Lumpuh = Poliosophobia, Takut Lumpur = Blennophobia, Takut Lutut = Genuphobia, Takut Mabuk Udara = Aeronausiphobia,Takut Makan = Phagophobia, Takut Makan = Sitiophobia, Takut Makanan = Cibophobia, Takut Makanan = Sitophobia, Takut Mal Praktek = Ergasiophobia, Takut Malam = Noctiphobia, Takut Maling = Scelerophobia, Takut Mandek = Ankylophobia, Takut Mandi = Ablutophobia, Takut Marah = Angrophobia, Takut Masak = Mageirocophobia, Takut Mata Kabur = Diplophobia, Takut Mata Mata = Ommatophobia, Takut Matahari = Heliophobia, Takut Matahari = Phengophobia, Takut Mati = Necrophobia, Takut Mati = Thantophobia, Takut Melahirkan = Lockiophobia, Takut Melahirkan = Maieusiophobia, Takut Melarat = Peniaphobia, Takut Melihat Massa = Ochlophobia, Takut Membelakangi = Dishabiliophobia, Takut Membuat Keputusan = Decidophobia,Takut Membuat Perubahan = Tropophobia, Takut Membuka Satu Mata = Optophobia, Takut Membusuk = Seplophobia, Takut Menari = Chorophobia, Takut Mencium = Philemaphobia, Takut Mendengar Kata Tertentu = Onomatophobia, Takut Menderita = Panthophobia, Takut Menganggur = Domatophobia, Takut Mengingat = Mnemophobia, Takut Menikah = Gamophobia, Takut Menjadi Sakit = Nosemaphobia, Takut Menstruasi = Monophobia, Takut Menua = Gerascophobia, Takut Menulis di Papan = Scriptophobia, Takut Menunggu Lama = Macrophobia, Takut Menyeberang = Agyrophobia, Takut Menyeberang Jalan = Dromophobia, Takut Merasa Nyaman = Hedonophobia, Takut Mertua = Pentheraphobia, Takut Mertua = Soceraphobia, Takut Mesin = Mechanophobia, Takut Meteor = Meterorophobia, Takut Mikroba = Bacillophobia, Takut Mikroba = Microbiophobia, Takut Milik = Orthophobia, Takut Mimisan = Epistaxiophobia, Takut Mimpi = Oneirophobia, Takut Mimpi Basah = Oneirogmophobia, Takut Minum Obat = Pharmacophobia, Takut Minuman = Dipsophobia, Takut Mitos = Mythophobia, Takut Mobil = Motorphobia, Takut Monster = Teratophobia, Takut Mukanya Merah = Ereuthophobia, Takut Mulut Kejang = Tetanophobia, Takut Muntahan = Emetophobia, Takut Naik Mobil = Ochophobia, Takut Naik Pesawat = Aerophobia, Takut Naik Pesawat = Aviophobia, Takut Nama Nama = Namatophobia, Takut Neraka = Hadephobia, Takut Neraka = Stigiophobia, Takut Ngaca = Eisoptrophobia, Takut Ngaceng = Ithypallophobia, Takut Ngebut = Tachophobia, Takut Ngengat = Mottophobia, Takut Noda = Rupophobia, Takut Nomer = Numerophobia, Takut Nyeri = Algophobia, Takut Nyeri = Odynephobia, Takut Obat Baru = Neopharmaphobia, Takut Ombak = Cymophobia, Takut Operasi = Tomophobia, Takut Orang Asing = Xenophobia, Takut Orang Asing = Xenophobia, Takut Orang Botak = Peladophobia, Takut Orang Buntung = Apotemnophobia, Takut Orang Suci = Hagiophobia, Takut Otot Gerak Sendiri = Ataxiophobia, Takut Panas = Thermophobia, Takut Parasit = Parasitophobia, Takut Paus = Papaphobia, Takut Pelecehan Seksual = Agraphobia, Takut Pelecehan Seksual = Contreltophobia, Takut Peluru = Ballistophobia, Takut Pembicaraan Dinner = Deipnophobia, Takut Pemerkosa = Virginitiphobia, Takut Pendapat = Allodoxaphobia, Takut Pendeta = Hierophobia, Takut Pengemis = Hobophobia, Takut Pengetahuan = Epistemphobia, Takut Pengetahuan = Gnosiophobia, Takut Penyakit = Pathophobia, Takut Penyimpangan Seks = Paraphobia, Takut Peralatan Listrik = Electrophobia, Takut Perancis = Francophobia, Takut Perjalanan = Hodophobia, Takut Perkara Hukum = Liticaphobia, Takut Perubahan = Metathesiophobia, Takut Petir = Astrapophobia, Takut Pikiran = Psychophobia, Takut Pin = Balenephobia, Takut Pin = Enetophobia, Takut Pingsan = Ashenophobia, Takut Pohon = Dendrophobia, Takut Politikus = Politicophobia, Takut Pria = Hominophobia, Takut Puisi = Mertophobia, Takut Pusaran Air = Dinophobia, Takut Rabies = Hydrophobophobia, Takut Rabies = Kynophobia, Takut Racun = Iophobia, Takut Racun = Toxiphobia, Takut Rambut = Chaetophobia, Takut Rambut = Trichopathophobia, Takut Rasa = Geumaphobia, Takut Rayap = Isopterophobia, Takut Reptil = Batrachophobia, Takut Reptil = Herpetophobia, Takut Ruang Kosong = Cenophobia, Takut Ruangan = Koinoniphobia, Takut Ruangan Kosong = Kenophobia, Takut Rumah = Ecophobia, Takut Rumah Sakit = Nosocomephobia, Takut Rusia = Russophobia, Takut Sakit Demam = Pyrexiophobia, Takut Sakit Diabetes = Diabetophobia, Takut Sakit Ginjal = Albuminurophobia, Takut Sakit Jantung = Cardiophobia, Takut Sakit Jiwa = Dementophobia, Takut Sakit Jiwa = Maniaphobia, Takut Sakit Kelamin = Cyprianophobia, Takut Sakit Kolera = Cholerophobia, Takut Sakit Kulit = Dermatophathophobia, Takut Sakit Kusta = Leprophobia, Takut Sakit Otak = Meningitiophobia, Takut Sakit Syphilis = Syphilophobia, Takut Sakit Syphillis = Luiphobia, Takut Salib = Staurophobia, Takut Salju = Chionophobia, Takut Sama Gadis = Parthenophobia, Takut Sapi Jantan = Taurophobia, Takut Saudara = Syngenesophobia, Takut Sayuran = Lachanophobia, Takut Segala Sesuatu = Polyphobia, Takut Segalanya = Panophobia, Takut Sekitar Rumah = Eicophobia, Takut Sekitar Rumah = Oikophobia, Takut Sekolah = Scoionophobia, Takut Seks = Genophobia, Takut Semangat = Pneumatiphobia, Takut Semut = Myrmecophobia, Takut Sendiri = Isolophobia, Takut Sendirian = Autophobia, Takut Sendirian = Monophobia, Takut Senjata Api = Hoplophobia, Takut Senjata Nuklir = Nucleomituphobia, Takut Sepeda = Cyclophobia, Takut Serangga = Epistaxiophobia, Takut Serangga = Insectophobia, Takut Seruling = Aulophobia, Takut Sesuatu dari Kiri = Sinistrophobia, Takut Sesuatu yang Baru = Kainolophobia, Takut Sesuatu yang Baru = Neophobia, Takut Sesuatu yang Besar = Megalophobia, Takut Sesuatu yang Kecil = Microphobia, Takut Silau = Photoaugliaphobia, Takut Simbol = Symbolophobia, Takut Simetris = Symmetrophobia, Takut Sinar X = Radiophobia, Takut Situasi yang Menakutkan = Counterphobia, Takut Skabies = Scabiophobia ,Takut Suara = Acousticophobia, Takut Suara Keras = Ligyrophobia, Takut Suara Telpon = Phonophobia, Takut Subuh = Eosophobia, Takut Sungai = Potamophobia, Takut Surga = Ouranophobia, Takut Surga = Uranophobia, Takut Tabuhan = Spheksophobia, Takut Anak-Anak = Pedophobia, Takut Tali = Cnidophobia, Takut Tambah Berat = Obesophobia, Takut Tambah Berat = Pocrescophobia, Takut Tanaman = Batonophobia, Takut Tangga = Climacophobia, Takut Tanggung Jawab = Paralipophobia, Takut Tantangan = Heresyphobia, Takut Tawon = Melissophobia, Takut TBC = Phthisiophobia, Takut TBC = Tuberculophobia, Takut Tebing = Cremnophobia, Takut Teknologi = Technophobia, Takut Tekstur Tertentu = Textophobia, Takut Telanjang = Gymnophobia, Takut Telanjang = Nudophobia, Takut Telpon = Telephophobia, Takut Tempat Sempit = Stenophobia, Takut Tempat Terbuka = Agoraphobia, Takut Tempat Tertentu = Topophobia, Takut Tempat Tertutup = Claustrophobia, Takut Tempat Tinggi Terbuka = Aeroacrophobia, Takut Terbahak = Geliophobia, Takut Terbang = Pteromerhanophobia, Takut Tergantung pada Orang = Soteriophobia, Takut Terkontaminasi Debu = Misophobia, Takut Terkunci = Cleisiophobia, Takut Tidak Sempurna = Atelophobia, Takut Tidak Simetris = Asymmetriphobia, Takut Tidur = Clinophobia, Takut Tidur = Somniphobia, Takut Tikus = Murophobia, Takut Tikus = Suriphobia, Takut Tikus Besar = Zemmiphobia, Takut Tornado = Lilapsophobia, Takut Tuhan = Theophobia, Takut Tulisan Tangan = Graphophobia, Takut Tuma = Verminophobia, Takut Uang = Chrematophobia, Takut Ujian = Tertaphobia, Takut Ular = Ophidiophobia, Takut Ular = Snakephobia, Takut Upacara Seremonial = Teleophobia, Takut Vaksinasi = Vaccinophobia, Takut Vertigo = Illyngophobia, Takut Waktu = Chronophobia, Takut Wangi-Wangian = Osphesiophobia, Takut Wanita = Gynephobia, Takut Wanita Cantik = Caligynephobia, Takut Wanita jelek = Venustraphobia, Takut Wanita Sihir = Vitricophobia, Takut Warga = Anthropophobia, Takut Warna = Chromatophobia, Takut Warna Hitam = Melanophobia, Takut Warna Kuning = Xanthophobia, Takut Warna Putih = Leukophobia, Takut Warna Ungu = Porphyrophobia, Takut Wayang = Pupaphobia.

Motivasi:
Setiap saat dalam hidupmu adalah ibarat gambar yang belum pernah terlihat, dan gambar yang tidak akan pernah terlihat lagi.
Jadi, nikmati hidupmu dan jadikan setiap momen menjadi indah.

Jangan merusak apa yang kau miliki sekarang dengan mengejar sesuatu yang tidak mungkin kau miliki. Sebab, apa yang ada padamu saat ini bisa jadi merupakan salah satu dari banyak hal yang paling kau impikan.

Jika kamu berdoa, jangan meminta kehidupan yang mudah, tetapi mintalah kepada
Tuhan untuk menjadikanmu pribadi yang kuat.

Hidup itu seperti mengendaradi sepeda. Untuk menjaga keseimbangan, sepeda harus terus berjalan.
Demikian pula hidup ini.

Rayakanlah setiap hari dalam hidupmu karena sesungguhnya hari esok akan datang sangat cepat.
»»  READMORE...

::Tips Atasi Ketakutan Di Pesawat Terbang::

       Menyenangkan dapat bepergian ke berbagai daerah untuk mengilangkan kepenatan. Sayangnya, ada sebagian orang yang takut berpergian dengan pesawat terbang. Sehingga kesempatan untuk bisa jalan-jalan keluar negeri pun terbatas dan tidak bisa menikmati perjalanan.
       Hal tersebut dinamakan Aerophobia, yaitu keadaan dimana seseorang takut berada di dalam pesawat atau benda terbang lainnya. Jika Anda termasuk penderita Aerophobia, jangan biarkan ketakutan itu membuat Anda seperti katak dalam tempurung yang tidak tahu dunia luar.
       Dikutip dari Helium, ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk mengatasi rasa takut saat terbang dengan pesawat. Bagaimana caranya?

1. Jangan Terbang Sendiri
       Ajaklah teman agar merasa lebih nyaman dalam penerbangan. Mungkin teman Anda tidak mengetahui penyakit takut terbang Anda tapi bersikaplah normal seolah-olah tidak ada masalah dengan penerbangan kalian. Namun, jika teman Anda tahu akan phobia Anda maka mintalah dia untuk mengalihkan perhatian Anda dari rasa takut tersebut.

2. Sibukkan Diri
       Menghitung setiap detik, menit dan jam di ruangan tertutup yang berada di atas ketinggian 4000 kaki merupakan kegiatan yang membosankan. Perjalanan akan terasa lebih cepat jika Anda melakukan kegiatan untuk menghilangkan rasa takut. Membaca buku atau majalah misalnya, akan membuat Anda berkonsentrasi pada kalimat-kalimat yang Anda baca dan tak terasa pesawat sudah mendarat.

3. Rileks
       Alihkan ketakutan Anda dengan DVD player yang ada di depan kursi Anda. Dengarkan musik dan tontonlah film selama penerbangan. Buat diri Anda senyaman mungkin dengan adanya hiburan yang sudah disediakan maskapai. Tidak lupa keraskan volume earphone agar Anda tidak mendengar suara mesin pesawat yang membuat Anda takut.
       Sempatkan diri Anda untuk melakukan meditasi di kursi penumpang selama yang Anda butuhkan. Tarik napas dalam-dalam dan mengeluarkannya secara perlahan akan memberi udara baru pada otak kita.

4. Tidur
       Penerbangan memakan waktu lama? Sudah bosan dengan segala aktivitas untuk mengalihkan rasa takut? Cobalah untuk tidur. Tidur dapat meminimalisasi rasa takut Anda. Jangan lupa untuk membawa bantal atau boneka kesayangan Anda. Selain dapat menyegarkan tubuh dan pikiran, waktu tidak akan terasa begitu lama.

5. Pesawat Sama dengan Mobil
       Adanya ketakutan pada ketinggian dan timbulnya kecemasan yang luar biasa dapat terjadi pada penderita Aerophobia. Berpikirlah Anda tidak sedang terbang di udara melainkan berada di dalam mobil yang biasa Anda naiki dari rumah menuju kantor Anda. Pikirkan mobil Anda yang selalu melewati tempat-tempat yang Anda suka.


Motivasi:
► BESI itu kuat, tapi API mampu meleburkannya..
► API itu kuat, tapi AIR mampu memadamkannya..
► AIR itu kuat, tapi AWAN mampu menyejatnya..
► AWAN itu kuat, tapi ANGIN mampu menolaknya..
► ANGIN itu kuat, tapi BUKIT mampu menghalanginya..
► BUKIT itu kuat, tapi MANUSIA mampu menghancurkannya..
► MANUSIA itu kuat, tapi NAFSU mampu menundukkannya..
► NAFSU itu kuat, tapi IMAN mampu mengalahkannya..
»»  READMORE...

::4 Manfaat Sarapan Pagi::

       Fakta menunjukkan bahwa sebagian di antara Anda ada yang selalu mengawali hari dengan keadaan perut kosong. Ada yang mengklaim tidak punya cukup waktu untuk sarapan, ada pula yang berpikir bahwa kebiasaan makan pagi hanya akan membuat badan gemuk.

     Mereka yang berpikir bahwa sarapan tidak penting justru keliru. Riset di Harvard University AS menunjukkan, orang yang teratur sarapan pagi memiliki kecenderungan hingga 50 persen tidak mengalami kegemukan ketimbang mereka yang melewatkan sarapan.

      Nah, supaya Anda lebih paham manfaatnya, berikut adalah penjelasan mengapa sarapan memberi kebaikan bagi tubuh serta tips bagaimana menjadikannya sebagai gaya hidup :
  • Sarapan dapat memenuhi nutrisi yang dibutuhkan. Menunda sarapan membuat Anda sulit memperoleh asupan nutrisi dan vitamin yang direkomendasikan. Menu sarapan seperti sereal dengan susu atau yogurt rendah lemak plus granula akan memberi cukup kalsium dan serat.
  • Sarapan bisa menurunkan berat badan. Ketika Anda beraktivitas dengan perut kosong, tubuh akan membakar kalori secara lambat. Menurut ahli nutrisi penulis buku The F-Factor Diet Tanya Zuckerbrot, R.D., sarapan pagi setelah perut kosong semalaman dapat meningkatkan metabolisme, yang artinya pembakaran kalori sepanjang hari menjadi lebih efisien. Namun Zuckerbrot menekankan bahwa kunci dari semuanya adalah jenis makanan yang Anda konsumsi. Makanan dengan kandungan karbohidrat sederhana seperti donat akan membuat glukosa melonjak, kemudian turun drastis. Ini juga menyebabkan Anda merasa lapar pada jam 11-an. Cara yang lebih baik adalah konsumsilah jenis berkarbohidrat kompleks seperti oatmeal atau roti gandum murni. Makanan dengan kadar serat tinggi dan rendah gula akan dicerna dengan lambat, sehingga menyediakan energi yang konstan dan membuat Anda tdak cepat lapar.
  • Sarapan tingkatkan kemampuan otak. Riset para ahli dari Universitas Swansea Wales membuktikan bahwa pelajar yang selalu sarapan mencatat rata-rata skor 22 persen lebih tinggi ketimbang rekannya yang tidak sarapan. Ketika Anda bangun pagi, sebagian besar energi - dalam bentuk glukosa dan glikogen - telah habis terkuras oleh aktivitas sehari sebelumnya. Menurut para ahli, glukosa adalah satu-satunya bahan bakar yang dibutuhkan otak. Tanpa glukosa yang cukup, Anda merasa lelah dan berkunang-kunang.
  • Perlindungan terhadap sakit jantung. Riset menunjukkan, wanita sehat yang melewatkan sarapan selama dua pekan memiliki kadar kolesterol buruk lebih tinggi ketimbang mereka yang menyantap semangkuk sereal plus susu di pagi hari. Zuckerbrot menjelaskan, serat dapat mengikat kolesterol dan mempercepat eksresinya sebelum mencapai pembuluh arteri. Oleh sebab itu pula, penelitian 10 tahun yang dilakukan Harvard Nurses Health menyimpulkan bahwa asupan serat tinggi berkaitan dengan penurunan risiko penyakit jantung hingga mencapai 50 persen.
Tips sarapan sehat :
  1. Sarapan sebaiknya mengandung sekurangnya 5 gram serat, satu hidangan kalsium (setara dengan segelas susu atau yogurt) plus protein dan lemak. Batasi asupan gula hingga 6 gram (satu sendok setara 4 gram).
  2. Jika tak ada waktu sarapan di rumah, Anda bisa membawa roti isi dan susu untuk dinikmati di perjalanan atau pun setelah sampai di tempat kerja.
  3. Telur adalah bahan makanan yang relatif praktis dan mudah disajikan. Kandungan nutrisi dalam telur yakni vitamin A, B2, B6, B12, zat besi, kalium, kalsium, dan zat lain, sangat diperlukan tubuh kita.
  4. Supaya bervariasi, kita boleh mengonsumsi buah favorit untuk kebutuhan vitamin bagi tubuh. Jika ada waktu di malam hari, blenderlah buah dicampur yogurt atau susu dan simpanlah di di lemari es untuk dikonsumsi pagi harinya.
  5. Bila Anda selalu tidak merasa lapar saat pagi hari, Zuckerbrot menyarankan agar Anda menghentikan makan setelah pukul 20.00 malam hari. Dalam dua atau tiga pekan ke depan, jam biologis nafsu makan. Anda akan berubah. Setiap bangun pagi hari, Anda akan merasa lapar.


Motivasi:
Jujurlah pada dirimu sendiri.
Dengarkan kata hatimu karena ia tahu apa yang kamu inginkan.
Cinta dari hati selalu TULUS.


Baca juga:
Manfaat Berjalan Kaki
Manfaat Air Kelapa
Manfaat Tertawa Sebanding dengan Berolahraga
Manfaat Tertawa
10 Manfaat Makan Bersama Keluarga
6 Manfaat Menangis
»»  READMORE...